Info Sekolah
Sabtu, 11 Apr 2026
  • ~ ~ Welcome to Al-Amanah International College (AIC) Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi 4, Kras Kediri Jawa Timur Indonesia ~ ~ Excellent International Islamic College for a Glorious Future ~ ~
  • ~ ~ Welcome to Al-Amanah International College (AIC) Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi 4, Kras Kediri Jawa Timur Indonesia ~ ~ Excellent International Islamic College for a Glorious Future ~ ~
11 April 2026

Tarawih di Sepertiga Malam Tak Menyurutkan Semangat di Bulan Ramadan

Sab, 11 April 2026 Dibaca 6x Kesiswaan / Pendidikan

Marhaban ya Ramadhan. Menyambut bulan Ramadan dengan bahagia adalah bentuk syukur dan tanda keimanan bagi umat Islam. Sebagaimana dalam hadist telah disampaikan bahwa “Siapa yang bergembira dengan masuknya bulan ramdhan Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”. Masyallah, dengan bergembira saja, kita akan mendapatkan kebahagiaan dari Allah yaitu di akhirat kelak akan diselamatkan dari siksa api neraka. Dengan menanamkan kegembiraan dalam hati dan pikiran, maka secara psikologis akan terbentuk semangat dan motivasi yang dapat menumbuhkan keikhlasan dalam menjalankan ibadah puasa dengan produktif dan siap secara fisik, mental, dan spiritual.

Pesantren menjadi salah satu tempat khusus ketika menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan khususnya Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi. Hal tersebut dikarenakan kegiatan yang dilakukan dapat mendukung tumbuhnya rasa bahagia secara mental dan spiritual. Dengan berbagai kegiatan santri tetap produktif dan semangat. Puasa di pesantren bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen pembelajaran spiritual yang mendalam. Suasana kekeluargaan terasa begitu kental, disiplin ibadah yang tinggi, kegiatan belajar di sekolah tetap berjalan, tradisi unik seperti kajian kitab, buka puasa bersama, tadarus dan mengkhatamkan Al-Quran dan menghafal hadis. Selain itu terdapat satu kegiatan yang mungkin belum ditemui di pesantren manapun yaitu melaksanakan sholat tarawih di waktu sepertiga malam dan dilanjutkan sahur bersama. Masyallah.

Melakukan salat tarawih di waktu sepertiga malam dapat diartikan sebagai salah satu bentuk tirakat. Menurut KH. Nurcholis Misbah, Pengasuh Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, tirakat adalah proses pembentukan karakter melalui kesulitan hidup, didasari keyakinan, dan kepasrahan kepada Allah Swt.  Kesulitan dan pengalaman hidup dipandang sebagai pembelajaran, bukan halangan, sehingga santri tidak minder dalam situasi sulit. Waktu malam adalah momentum pendekatan diri kepada Allah Swt yang di mana kita bisa merasakan keromantisan ibadah dengan dengan penuh perjuangan dan sepenuh hati. Sungguh sangat beruntung bagi orang yang memanfaatkan sepertiga malamnya untuk beribadah kepada Allah. Karena Allah Ta’ala telah berjanji dalam Al-Quran bahwa orang yang melaksanakan salat di sepertiga malam akan mendapat kemulian.

Bagi santri bangun malam tidaklah mudah. Beranjak dari tempat tidur yang nyaman, mengambil air wudu, dan melakukan salat tarawih 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Saat melaksanakan salat ada santri yang bisa mengikuti tarawih dengan sempurna sampai salam terakhir. Tetapi ada juga yang salat hanya bisa takbir kemudian tetap berdiri saja sampai salat selesai, ada juga yang takbir kemudian rukuk, sujud tetapi tidak bangun sampai salam selesai. Ada santri yang rela bolak balik ke kamar mandi karena ingin menjaga wudunya saat salat tertidur dalam posisi duduk tidak sempurna. Sungguh semua itu adalah bentuk perjuangan luar biasa. 

Meskipun melakukan salat tarawih di sepertiga malam, para santri tetap melakukan kegiatan produktif lainnya setelah salat Subuh. Para santri tetap melakukan aktivitas pembelajaran seperti biasa di sekolah. Para santri juga terus melakukan setoran hafalan ayat Al-Quran dan hadist. Ketika sore, mereka juga mendapatkan materi pembelajaran Diniyah. Kegiatan yang sangat padat bagi para santri, tapi dengan begitu para santri bisa memaksimalkan ibadah dan tetap produktif meskipun di bulan puasa. Dengan dukungan lingkungan pesantren yang terus menanamkan semangat beribadah di bulan suci Ramadan diharapkan seluruh santri dapat menjadi pribadi yang tangguh dan mampu menjaga hati dan batin menjadi tulus dan ikhlas. Semoga serangkaian ibadah Ramadan di pesantren akan menjadi momen yang menggembirakan, produktif dan penuh berkah. 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Lokasi