
Momen pembagian rapor di Al-Amanah International College (AIC) Kras menjadi ajang “ngaji mengolah jiwa” bersama Abah Yai Nurcholis Misbah. Beliau menekankan bahwa nilai akademik hanyalah potret kecil dari luasnya samudra ilmu. Ia memotivasi para santri agar tidak terpaku pada angka di atas kertas, melainkan fokus pada proses jihad intelektual yang berkelanjutan. Bagi Abah Yai, rapor merupakan evaluasi sesaat, sedangkan semangat belajar adalah napas yang harus terus menyala demi membentuk pribadi yang tangguh dan penuh keberkahan.
Lebih jauh, Abah Yai menegaskan bahwa AIC adalah laboratorium kehidupan, tempat pembelajaran sesungguhnya justru banyak terjadi di luar dinding kelas. Melalui kedisiplinan asrama, adab kepada guru, hingga kemandirian dalam keseharian, para santri sedang menempuh “kurikulum tersembunyi” yang mengasah karakter dan empati sosial. Dengan memadukan kecerdasan global dan keluhuran budi, santri AIC diarahkan untuk memahami bahwa setiap sudut pesantren merupakan ruang belajar tanpa batas dalam menjemput hikmah yang tak tertulis dalam buku teks.
Tinggalkan Komentar